BREAKING NEWS

Menuju Lebaran di Hunian Layak: Progres Signifikan Pemulihan di Aceh Tamiang

 

Jakarta - Upaya pemulihan bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi basah di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, menunjukkan progres signifikan. Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, pemerintah terus mempercepat penyediaan hunian layak bagi para penyintas agar mereka dapat menyambut Lebaran dalam kondisi yang lebih aman dan bermartabat.


Melalui koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama lintas kementerian, lembaga, serta organisasi kemanusiaan, pembangunan hunian sementara (huntara) terus dikebut. Hingga Minggu (8/3/2026), sebanyak 1.771 unit huntara telah berhasil dibangun dan tersebar di 25 lokasi strategis di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.


Keberadaan hunian tersebut telah dimanfaatkan oleh 1.339 kepala keluarga (KK) yang sebelumnya tinggal di tenda-tenda pengungsian. Kini para penyintas mulai menempati hunian yang lebih layak, lengkap dengan perabotan dasar seperti kasur, kompor beserta tabung gas, peralatan tidur, hingga kipas angin.


Selain itu, fasilitas penunjang seperti akses air bersih dan listrik juga disediakan secara gratis guna membantu meringankan beban masyarakat selama masa pemulihan. Dukungan logistik berupa paket sembako untuk kebutuhan 24 hari ke depan turut disalurkan agar ketahanan pangan warga tetap terjaga selama masa transisi.


Percepatan pembangunan huntara merupakan hasil sinergi berbagai pihak, di antaranya BNPB, Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, serta sejumlah mitra kemanusiaan seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Mer-C, Relief Box, Dedikasi Foundation, dan GPCI.


Kolaborasi tersebut saat ini difokuskan untuk menyelesaikan sisa kebutuhan hunian sementara sebanyak 2.418 unit dari total target 4.189 unit. Pembangunan yang telah memasuki tahap akhir ditargetkan rampung sepenuhnya pada pekan kedua Maret 2026.


Dengan percepatan tersebut, BNPB optimistis seluruh penyintas dapat menempati hunian sementara yang layak sebelum momentum Hari Raya Idulfitri tiba.


Di sisi lain, pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan bagi warga yang memilih menyewa tempat tinggal secara mandiri. Skema ini menjadi solusi fleksibel bagi masyarakat selama proses pembangunan hunian sementara berlangsung.


Berdasarkan data terbaru, sebanyak 1.933 KK yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah menerima DTH. Sementara itu, 898 KK lainnya masih berada dalam proses transisi dari tenda pengungsian menuju hunian sementara.


Seiring dengan mulai berpindahnya warga ke huntara, personel TNI secara bertahap melakukan pembongkaran tenda-tenda darurat yang sebelumnya digunakan sebagai tempat pengungsian. Aktivitas tersebut terlihat di beberapa titik, antara lain di kawasan Kantor DPRK, Kampung Karang Bundar, serta Desa Durian dan Desa Benua pada Minggu (8/3/2026).


Di Kecamatan Karang Baru, dari total 142 unit huntara yang telah selesai dibangun, sebanyak 129 unit di antaranya sudah mulai dihuni oleh warga.


Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan huntara dan penyaluran DTH merupakan langkah transisi jangka pendek dalam proses pemulihan pascabencana. Ke depan, pemerintah telah menyiapkan rencana pembangunan hunian tetap (huntap) sebagai solusi permanen agar masyarakat memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan tahan terhadap risiko bencana.


Progres pembangunan hunian sementara yang terus menunjukkan perkembangan positif menjadi harapan baru bagi para penyintas di Aceh Tamiang.


Dengan hunian yang lebih layak, masyarakat diharapkan dapat menyambut Hari Raya Idulfitri dengan suasana yang lebih tenang, sekaligus menjadi langkah awal menuju pemulihan kehidupan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image