BREAKING NEWS

Jelang Aksi Massa, Polri Jamin Ruang Demokrasi Aman: Irjen Johnny Isir Ingatkan Pesan Penting Ini!

 


 Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memastikan akan mengawal penuh ruang demokrasi bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya turun ke jalan. Meski demikian, Korps Bhayangkara mewanti-wanti agar unjuk rasa tetap menjunjung tinggi ketertiban serta tidak merobek persatuan dan kesatuan bangsa.


Menjelang rencana aksi penyampaian aspirasi massa, Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa demonstrasi adalah hak warga negara yang dijamin oleh konstitusi. Namun, ia mengingatkan ada batasan hak orang lain yang juga harus dihormati.


"Polri menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi. Namun, mari kita bersama-sama memastikan penyampaian aspirasi tersebut dilakukan secara tertib, damai, dan bertanggung jawab," ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (27/8/2026).


Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Polri merilis sejumlah poin penting yang perlu diperhatikan oleh seluruh elemen masyarakat:


1. Perbedaan Jangan Jadi Pemecah Belah


Irjen Johnny mengingatkan bahwa dinamika berdemokrasi adalah hal yang wajar. Perbedaan pandangan politik atau tuntutan aspirasi tidak boleh menjadi martil yang menghancurkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Persatuan bangsa tetap harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan kelompok.


2. Awas Jebakan Hoaks yang Memperkeruh Suasana


Menjelang aksi massa, arus informasi biasanya bergerak liar. Kadivhumas Polri secara khusus mengimbau masyarakat agar tidak mudah termakan isu atau informasi provokatif yang belum terverifikasi kebenarannya. Berita bohong (hoaks) dinilai sangat berbahaya karena berpotensi memicu kekhawatiran dan gesekan horizontal di lapangan.


3. Janji Pelayanan Humanis dari Kepolisian


Polri berkomitmen untuk tidak menggunakan cara-cara represif. Kepolisian akan berfokus pada pelayanan dan pengamanan yang profesional.

Pengamanan Humanis: Aparat akan mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif.

Aktivitas Normal: Polri menjamin masyarakat umum yang tidak ikut demonstrasi tetap bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman tanpa gangguan.

Kondusivitas: Tidak ada ruang bagi tindakan anarkis yang merugikan fasilitas umum maupun kepentingan publik.


"Melalui semangat persatuan dan kedewasaan berdemokrasi, kita berharap setiap aspirasi dapat disampaikan dengan baik tanpa mengorbankan keamanan, ketertiban, dan persaudaraan sesama anak bangsa," pungkas Jenderal Bintang Dua tersebut.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image