BREAKING NEWS

Tak Cuma Perang Melawan Api! Pasukan Khusus Polda Riau Terjun Pulihkan Fisik & Mental Korban Karhutla Kerumutan

 


 PELALAWAN — Perang melawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, membuktikan satu hal: bencana ini tak melulu soal menyemprotkan air ke titik api. Kepulan asap pekat yang menyelimuti wilayah tersebut meninggalkan luka ganda, yakni infeksi saluran pernapasan dan trauma psikologis yang menggerogoti warga serta para petugas di lapangan.


Menyadari eskalasi krisis yang tak hanya mengancam ekologi tetapi juga sisi kemanusiaan, Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengambil langkah taktis nan paripurna. Pada Sabtu (22/8/2026), Kapolda Riau menginstruksikan pengerahan 13 tenaga medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) berserta 10 pakar dari Bagian Psikologi Biro SDM untuk menembus kabut asap Kerumutan.


Mereka datang bukan membawa selang air, melainkan stetoskop, obat-obatan, dan 'pelukan' psikologis.


Mengetuk Pintu, Mengobati Sesak di Dada


Menjadikan Kantor Desa Banjar Panjang sebagai posko komando, tim medis tak hanya menunggu bola. Para personel Biddokkes ini rela berjalan kaki, mengetuk dari satu pintu ke pintu rumah warga lainnya demi memastikan tak ada nyawa yang terabaikan di tengah kepungan asap.


Kabiddokkes Polda Riau, AKBP Parluhutan Sitindaon, menegaskan bahwa sasaran mereka bukan hanya warga sipil. Pasukan gabungan dari unsur Polri, TNI, Manggala Agni, hingga regu pemadam perusahaan yang kelelahan dihajar asap juga menjadi prioritas.


“Fokus kami berimbang. Kami memeriksa warga yang terdampak, tapi juga memastikan personel yang setiap hari bertaruh nyawa di lapangan tetap dalam kondisi prima. Selain pemeriksaan, ribuan masker, vitamin, dan obat-obatan telah kami distribusikan,” ungkap Parluhutan.


Untuk skenario terburuk, kepolisian juga telah membedah kesiapan Puskesmas Kerumutan. Hasilnya, fasilitas ini telah disiagakan dengan ruang inap darurat berisi empat tempat tidur, suplai tabung oksigen besar dan kecil, serta obat-obatan penawar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Setidaknya, puluhan boks masker N95 berstandar medis juga telah disiagakan di garis depan.


Sentuhan Psikologis: Karena Menangis Tanpa Suara Itu Nyata


Di balik sesaknya napas karena asap, ada kecemasan yang sering kali tak terucap. Anak-anak yang ketakutan melihat pekatnya langit, orang tua yang kehilangan mata pencaharian karena ladangnya terbakar, hingga petugas pemadam yang didera kelelahan fisik dan mental ekstrem (burnout).


Inilah alasan 10 personel Psikologi Polda Riau diterjunkan. Kabag Psikologi Biro SDM Polda Riau, AKBP Winarko, menyebut pendekatan trauma healing adalah kunci agar masyarakat tidak merasa diabaikan dalam masa-masa kritis.


“Kami hadir karena karhutla ini daya rusaknya luas. Bukan cuma lingkungan, tapi anak-anak kehilangan ruang bermain, orang tua kehilangan penghasilan, dan petugas kami di lapangan juga menghadapi tekanan psikis yang luar biasa tinggi,” tutur Winarko dengan nada empati.


Di posko darurat, tim psikolog menciptakan ruang aman. Mereka memberikan relaksasi, bimbingan manajemen kecemasan, hingga pemulihan trauma. Rencananya, terapi ini akan diekspansi ke desa-desa tetangga di Pelalawan yang turut menelan pil pahit penurunan kualitas udara.


“Pulih dari bencana butuh waktu. Tugas kami memastikan, selama proses berdarah-darah itu, tidak ada satu pun warga atau petugas yang merasa sendirian,” pungkas Winarko, menutup pernyataannya dengan pesan humanis yang mendalam.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image