Tancap Gas Pascamusda, H. Badris Salam Rangkul Pengurus REI Korwil Luwu Raya di Palopo
0 menit baca
Palopo — Tak butuh waktu lama bagi nakhoda baru Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Sulawesi Selatan, H. Badris Salam, untuk memanaskan mesin organisasi. Hanya berselang sepekan usai gemuruh pelantikannya di Makassar, pengembang senior ini langsung tancap gas melakukan safari konsolidasi ke berbagai daerah.
Titik persinggahan perdananya jatuh pada kawasan strategis di utara Sulawesi Selatan. Di bawah temaram malam Kota Palopo, Jumat (16/10/2026), H. Badris Salam menggelar pertemuan tatap muka sekaligus silaturahmi hangat dengan jajaran pengurus REI Koordinator Wilayah (Korwil) Luwu Raya.
Palopo Bukan Wilayah Asing
Kunjungan ini sejatinya menjadi ajang 'pulang kampung' secara bisnis bagi sang ketua. Kota Palopo dan dataran Luwu Raya bukanlah teritori yang asing di mata seorang Badris Salam.
Jauh sebelum dirinya didapuk memimpin ribuan pengembang se-Sulsel, mantan pekerja konstruksi yang merangkak dari bawah ini telah lama menancapkan tonggak portofolio propertinya di Bumi Sawerigading. Lewat bendera usahanya, ia sukses mengembangkan kawasan hunian terpadu Bumi Benteng Mas di Palopo, sebuah proyek yang mempertegas rekam jejak dan kejeliannya membaca potensi investasi di luar ibu kota provinsi.
Familiaritas inilah yang membuat pertemuannya dengan para pengembang lokal Luwu Raya pada Jumat malam itu berlangsung sangat cair, akrab, dan tanpa sekat birokrasi yang kaku.
Membumikan Visi "Rumah Bersama"
Dalam forum yang dihadiri oleh para pengusaha properti dari Palopo, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur tersebut, Badris hadir bukan sekadar untuk seremoni. Ia datang membawa misi mendengarkan langsung denyut nadi persoalan para pengembang di daerah.
"Kunjungan ke Korwil Luwu Raya ini adalah langkah konkret dari komitmen kita bersama. Sejak awal, saya menegaskan bahwa REI Sulsel adalah 'Rumah Bersama'. Tidak ada lagi dikotomi antara pengembang ibu kota dan pengembang daerah. Semuanya harus maju dan tumbuh dalam satu gerbong yang sama," tegas H. Badris Salam.
Diskusi malam itu membedah berbagai isu krusial di lapangan, mulai dari sinkronisasi regulasi perizinan dengan pemerintah daerah setempat, hingga strategi memperlancar keran pembiayaan perbankan bagi proyek-proyek perumahan di Luwu Raya, khususnya yang menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Langkah agresif dan 'jemput bola' yang ditunjukkan oleh H. Badris Salam ini menuai respons positif dari jajaran pengurus Korwil Luwu Raya. Di tangan dingin sang ketua baru, REI Sulsel tak hanya diproyeksikan makin solid secara internal, tetapi juga diyakini mampu mengakselerasi pemerataan pembangunan dan menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di seluruh pelosok Sulawesi Selatan.
