Transfer Teknologi dan Pengetahuan Jadi Prinsip Penting Tata Kelola AI Global

 


JAKARTA – Transfer teknologi (transfer of technology) dan pengetahuan (transfer of knowledge) dari negara maju atau perusahaan teknologi ke negara berkembang, dinilai menjadi dua prinsip penting dalam tata kelola kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) global.


“Agar Indonesia (dan negara berkembang lainnya) sebagai Developer AI terlibat dalam supplychain AI global,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, dalam keterangannya terkait acara Google AI Untuk Indonesia Emas di Jakarta, seperti dilansir pada Selasa (4/6/2024).


Budi Arie menegaskan, prinsip transfer of technology dan transfer of knowledge akan menjadikan semua warga negara dapat memanfaatkan teknologi AI.


“Transfer of technology artinya memastikan akses terhadap teknologi AI yang terjangkau oleh Indonesia dan negara berkembang lainnya. Sedangkan transfer of knowledge yakni memastikan pengetahuan dalam proses produksi, pembuatan kebijakan, dan pemanfaatan teknologi dapat dimanfaatkan oleh semua,” jelasnya. 


Menurut Budi Arie, pengembangan AI harus memperhatikan tiga aspek utama, yaitu manusia (people), kebijakan (policy), dan platform.


Dalam hal ini aspek people memiliki arti pentingnya peran sumberdaya manusia ahli untuk pemberdayaan dan kemajuan masyarakat. 


Sementara aspek policy berupa kebijakan untuk memastikan ekosistem yang aman dan produktif.


Sedangkan penciptaan platform akan mendorong kolaborasi bagi para pemangku kepentingan untuk menghadirkan ekosistem AI yang inklusif.


“Pemanfaatan AI yang memberdayakan masyarakat didukung dengan kebijakan AI yang dapat memastikan ekosistem AI aman dan produktif sekaligus mendorong adopsi teknologi yang menumbuhkan inovasi AI secara inklusif melalui kolaborasi antar stakeholders,” tutur Menkominfo..


Dia mengapresiasi rangkaian acara Google Impact Day sebagai inisiatif kerja sama dengan Kementerian Kominfo dalam meningkatkan sumberdaya manusia digital dan pembangunan infrastruktur di Indonesia.


“Saya berharap akan ada lebih banyak lagi kerja sama serta nisiatif dalam pengembangan kapasitas dan produksi pengetahuan antara kedua belah pihak. Bersama mari kita wujudkan ekosistem AI yang produktif, aman, inklusif dan tidak menghilangkan manusia dan kemanusiaan, people and humanity,” tandas Budi Arie Setiadi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel