BREAKING NEWS

Bikin Mewek! Kisah Maba Unismuh Ditinggal Ayah Bikin Mentan Amran Spontan Lunasi Kos 3 Tahun

Makassar - Suasana Taaruf dan Kuliah Umum Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mendadak banjir air mata. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tak kuasa menahan haru saat mendengar liku hidup Harlen, mahasiswa baru asal Bone yang berstatus piatu dan ditinggal pergi sang ayah sejak kecil.


Datang sebagai utusan Pondok Pesantren Muhammadiyah Salomekko, Harlen terpaksa menumpang hidup di asrama berkat kebaikan seorang ustaz akibat ketiadaan biaya. Di tengah himpitan ekonomi yang mencekik, ia bersikukuh merajut masa depan menembus bangku kuliah tanpa belaian kasih sayang orang tua.


Kisah ketegaran ini langsung menggedor nurani Mentan Amran pada Sabtu (12/9). Tak sekadar memberi semangat, Amran spontan melontarkan pesan terbuka yang menyayat hati ke arah kamera, khusus ditujukan untuk ayah Harlen.


"Pak Hilo, anakmu sedang berjuang, ada di sini. Insyaallah dia akan mengangkat nama baikmu. Berilah kasih sayang kepada mereka. Ini anakmu sedang berjuang menuntut ilmu, dia rindu," ucap Amran dengan tatapan lekat, mengirimkan pesan jarak jauh yang seketika membuat seisi ruangan hening.


Jaminan Kos 3 Tahun dan Beasiswa Pendidikan


Insting kepedulian Amran langsung bergerak cepat di lokasi. Ia menolak membiarkan Harlen berjuang sendirian dan langsung menginstruksikan jajarannya mengambil alih beban hidup sang mahasiswa melalui sederet aksi nyata:


Pelunasan Kos 3 Tahun: Meminta pihak kampus segera mencarikan tempat kos yang layak bagi Harlen. Seluruh tagihan sewa selama tiga tahun ke depan akan dilunasi langsung oleh kantor Kementan.


Tabungan Masa Depan: Setelah memastikan urusan makan Harlen di asrama terjamin, Amran meminta sang mahasiswa menyimpan utuh bantuan tunai yang baru diberikannya sebagai beasiswa tabungan masa depan.


Santunan Yatim Piatu & Hafiz: Turut menyalurkan dana bantuan pendidikan bagi sejumlah mahasiswa yatim piatu lainnya, serta memberikan apresiasi tunai khusus kepada para penghafal Al-Quran (hafiz) yang hadir.


Mental Berlian Tanpa Dendam


Di balik gelontoran bantuan tersebut, Mentan Amran menitipkan petuah mendalam. Ia mewanti-wanti Harlen agar tidak memelihara dendam kepada sang ayah yang telah menelantarkannya. "Doakan bapakmu, jangan dendam. Mungkin karena kesulitan dia pergi cari rezeki. Doakan juga ibumu yang sudah meninggal," pesannya tulus.


Bagi Amran, kerasnya hantaman hidup bukanlah alasan untuk mengibarkan bendera putih. Ia menganalogikan penderitaan ekonomi layaknya kawah candradimuka pembentuk batu mulia di perut bumi.


"Orang yang menderita, yang mendapat tekanan, itulah calon pendekar. Berlian itu ada di perut bumi, terbentuk di bawah tekanan 3.500 derajat Celcius. Anda mau jadi berlian atau sekadar lumpur? Berjuanglah, jangan pernah mengeluh!" pungkas Amran memberikan suntikan moral mematikan di hadapan ribuan mahasiswa baru.

 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image