BREAKING NEWS

Jurus Kementan Tangkal Kekeringan, Salurkan 1.000 Pompa Air Selamatkan Sawah Grobogan

 


Grobogan - Bayang-bayang kekeringan ekstrem yang mengancam ketahanan pangan nasional langsung direspons agresif oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Tak main-main, 1.000 unit pompa air diterjunkan ke Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, untuk menyelamatkan ribuan hektare lahan pertanian dari ancaman gagal panen.


Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan pantang bagi pemerintah untuk berpangku tangan menunggu sawah mengering. Seluruh armada pompanisasi ini langsung disebar ke 500 titik rawan krisis air guna mengamankan pasokan irigasi bagi tanaman yang tengah memasuki masa pertumbuhan (standing crop).


"Mitigasi harus dilakukan sebelum terjadi kekeringan. Jangan menunggu sawah kering baru bergerak. Semua sumber daya harus digerakkan," tegas Amran.


Fokus Penyelamatan Lumbung Pangan Nasional


Grobogan menjadi wilayah prioritas intervensi Kementan lantaran statusnya sebagai salah satu sentra lumbung padi nasional. Daerah ini memikul risiko besar dengan hamparan sawah tadah hujan yang mencapai 47.338 hektare.


Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alamsyah, membeberkan sejumlah strategi taktis dalam pengerahan 1.000 pompa air ini:


Pemetaan Presisi: Titik penempatan pompa tidak dilakukan asal-asalan, melainkan mengacu pada data wilayah rentan kekeringan yang masih memiliki potensi sumber air tanah dangkal atau permukaan.


Percepatan Tanam: Selain mengamankan standing crop, suplai air dari pompa ditargetkan memacu ritme percepatan masa tanam berikutnya.


Optimalisasi Sumur Dangkal: Bersinergi dengan Pemkab Grobogan untuk mengidentifikasi dan membangun sumur dangkal sebagai sumber air utama yang akan disedot oleh mesin pompa Kementan.


Ribuan Hektare Padi dan Jagung Lolos dari Zona Merah


Intervensi cepat Kementan langsung berdampak signifikan di akar rumput. Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Wakid Mutowal, merinci bahwa sebelumnya terdapat sekitar 1.000 hektare padi jelang panen dan 1.394 hektare jagung (usia 85 Hari Setelah Tanam) yang terancam mati kekeringan. Berkat kolaborasi pompanisasi ini, krisis berhasil diredam dan tanaman dipastikan aman hingga masa panen.


Kehadiran mesin pompa ini menjadi penyambung asa bagi para petani. Nyomo, anggota Kelompok Tani (Poktan) Margo Mulyo dari Kecamatan Toroh, mengaku tak lagi waswas menghadapi kemarau. Jika sebelumnya nasib panen mereka murni diundi oleh curah hujan, kini deru mesin pompa memastikan hamparan sawah mereka tetap basah dan produktif di tengah garangnya musim kemarau.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image